Aku mencintaimu, seperti bulan dan bintang yang selalu bersama
walaupun ada awan mendung yang memisahkan. Mungkin cinta ku tak terlihat oleh
mu, tak terbaca olehmu, dan mungkin tak terbayang oleh mu. Jika aku boleh
meminta kepada hatiku, aku tak kan pernah mau mencintaimu. Mencintaimu butuh
perjuangan panjang, mengeluarkan banyak air mata hanya untukmu. Tetapi apa
daya, aku tak bisa berkilah. Aku mencintaimu. Aku hanya tau itu. Tapi kamu tak
pernah mau tau. Jika aku menunjukkan cintaku, akankah kamu memberiku jawaban? Ataukah
kamu hanya akan menjauhi ku dan pura pura tidak mengenalku? Ah sepertinya yang
kedua itu yang benar.
Bolehkah aku berharap kepadamu yang
jelas-jelas tak akan membalas harapku. Karna aku tau kamu hanya akan membalas
harap seseorang yang sudah menjadi se-pe-si-al
dihatimu sejak lama. Akankah aku selalu seperti ini? Merasakan cinta
bertepuk sebelah tangan yang sangat membosankan. Ataukah akan ada kejutan yang
diberikan oleh tuhan untukku. Ah pasti itu sangat menyenangkan. Pernahkah kamu
merasakan yang kurasakan selama ini? Sakit hati bila melihat orang yang
disayangi bersama orang lain? Ah itu tidak mungkin, mana mungkin kamu merasakan
seperti ini. Kepada siapa? Bukan kepadaku kan? Ahaha itu lucu sekali.
Setiap hari aku berusaha menutupi
ini semua dari orang lain. Aku hanya bisa berpura-pura tenang dan berpura-pura
move on di depan orang lain. Tapi ingat, ini hanya PURA-PURA. Aku selalu
mencintaimu, walaupun kamu tak pernah tau. Mungkin aku lelah, tetapi apa boleh
buat. Aku hanya perlu bersembunyi di balik senyuman, dan semua orang pasti akan
mengira aku baik-baik saja. Oke aku BAIK-BAIK SAJA!
Seandainya kamu memahami, akan cinta
yang tumbuh 2 tahun belakangan ini. Tetapi lagi-lagi aku terlambat. Aku baru
menyadari setelah kamu ada yang memiliki. dan perasaan ini sulit untuk ku
hindari. Semakin ku menolak semakin lengket saja di dalam hati. Aku sudah
terlanjur mencintaimu, seperti nasi yang telah menjadi bubur. Semua nya sudah
terlambat dan itu sia-sia. Tapi mungkin suatu saat nanti, Tuhan akan menjadikan
kesia-siaanku ini menjadi suatu hal yang membahagiakan. Ya! Suatu saat nanti. Dan
aku percaya itu. Jika suatu saat nanti kamu mengetahui bahwa aku mencintaimu, Mungkin
tuhan juga sudah membebaskanmu dari cinta egois ku dan tuhan juga sudah
membebaskanku dari cinta semu ini. Terimakasih atas 2 tahun belakangan ini. Terimakasih
untuk kamu yang selalu menganggapku teman. Terimakasih untuk perhatianmu selama
ini, walau hanya sekedar teman tetapi aku percaya suatu saat nanti(entah itu
kapan) kamu akan ngerti sama rasanya jadi aku.
Terimakasih sayang, atas pelajaran
ini. Tak pernah kulupakan.